Sabtu, 17 Oktober 2009

Paha Kecil, Berisiko Tinggi Penyakit Jantung

Seseorang yang memiliki paha kecil berdiameter kurang dari 60 cm (23 inchi) berisiko tinggi terkena serangan jantung dan kematian lebih cepat. Hal tersebut menurut penelitian yang dilakukan peneliti Denmark, Berit Heitman.

Pakar kesehatan yang berasal dari Copenhagen University, Denmark, tersebut mengungkapkan penelitian ini bisa mengindentifikasi seseorang yang memiliki risiko kematian lebih cepat dan yang berisiko tinggi terkena serangan jantung.

Dalam penelitiannya, Heitman melibatkan 3000 orang yang terdiri dari 1463 pria dan 1380 wanita. Para relawan diperiksa antara 1987 - 1988. Pemeriksaan meliputi tinggi badam, berat badam, ukuran paha dan diameter dinggul. Mereka kemudian dilihat perkembangan kesehatannya selama sepuluh tahun.

Dalam periode sepuluh tahun tersebut, 257 pria dan 155 wanita meninggal dunia. Lalu, 263 pria dan 140 wanita terkena penyakit kardiovaskular. Kesimpulan yang mengejutkan adalah Heitman menemukan hubungan antara paha kecil dengan risiko kematian dan penyakit jantung.
Ahli kesehatan memperkirakan paha yang kecil mengindikasikan kurangnya massa otot dalam tubuh. Hal tersebut bisa menimbulkan berkurangnya sensitifitas insulin dan memicu penyakit diabetes tipe 2. Dalam jangka panjang risiko yang ditimbulkan adalah penyakit jantung atau kardiovaskular.

Peneliti menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan dini pada diameter paha pasien. Hal ini untuk mengetahui risiko penyakit yang akan dihadapi pasien.

Minggu, 13 September 2009

Global Warming


Akhir-akhir ini orang sangat sering membicarakan pemanasan global atau biasa disebut global warming. Sebenarnya, apa itu global warming? Global warming adalah keadaan dimana suhu di bumi semakin meningkat. Indonesia sendiri sudah merasakan dampak-dampak dari global warming. Misal :
1. Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang. Sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih, dan kebakaran hutan.
2. Hilangnya berbagai jenis flora dan fauna khususnya di Indonesia. Contoh, pemutihan rangka seluas 30% dan sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut.
3. Memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah.
4. dll

Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.

Perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global telah menjadi isu besar di dunia. Mencairnya es kutub utara dan kutub selatan yang akan menyebabkan kepunahan habitat di sana merupakan bukti dari pemanasan global.

Pemanasan global disebabkan kegiatan manusia yang mengasilkan emisi gas rumah kaca dari industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik bahkan menggunaan listrik berlebihan.

Untuk mencegah bertambah parahnya dampak dari global warming, kita harus melakukan beberapa tindakan. Yaitu dengan, melakukan penghematan listrik, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, mengurangi pemakaian kertas/plastik, menghentikan pembakaran dan penebangan hutan.

Ditambahkan, pemerintah harus didesak untuk menggunakan energi terbarukan seperti matahari, air dan angin yang lebih ramah lingkungan.

SAVE OUR LIFE! heal the world (JJ)